Jumat, 23 Januari 2015

Tips Membersihkan Lidah Bayi

Membersihkan bagian mulut bayi bisa dilakukan anda untuk menjaga kebersihan daerah oralnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kapas lembut yang telah dibasahi  dengan air matang hangat. Membersihkan mulut bayi setelah selesai menyusui bayi akan merasa nyaman, kesehatan mulut bayi terjaga, dan tentu bayi merasa lebih segar.

Berikut langkah-langkah membersihkan mulut bayi yang bisa ibu lakukan :
  • Basahi kain kasa atu waslap dengan air matang hangat, lalu balut pada jari telunjuk anda. Letakkan bayi dalam posisi telentang agar lebih mudah membersihkan mulut dari bagian luar, yaitu bibir dan sekitarnya.
  • Dengan bantuan jari tangan, buka mulut bagi kemudian masukkan jari telunjuk anda dan gosok perlahan gusi mulai bagian belakang atas hingga kedepan atas. Setelah selesai, bersihkan gusi bagian bawah dari belakang terus kedepan.
  • Jangan lupa bersihkan lidah bayi. Lakukan mulai dari pangkal lidah, lalu perlahan-lahan kebagian depan. Perlu diingat, jangan terlalu mengusap bagian belakang lidah sebab bayi kemungkinan akan tersedak.

Kamis, 22 Januari 2015

Sejarah Penyakit Malaria

Sejarah Penyakit Malaria

Sejarah Penyakit Malaria : Banyak yang belum mengetahui bahwa malaria sebenarnya merupakan penyakit yang sudah dikenal sejak 3.000 tahun yang lalu. Kata "malaria" itu berasal dari dua kata yaitu "mala" yang berarti bencana dan "aria" yang berarti udara.

Macam-Macam Penyakit Malaria

Penyakit Malaria ada 3 Macam :
  • Malaria Tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium vivaz dan ovale dengan tanda demam berkala 3 hari sekali.
  • Malaria Kwartana yang disebabkan oleh Plasmodium Malaria dengan tanda demam berkala 4 hari sekali.
  • Malaria Tropika yang disebabkan oleh Plasmodium Falcifarum dengan tanda demam tidak tidak tertentu.
Sejarah Penyakit malaria menunjukkan bahwa yang paling banyak dan berbahaya didaerah tropis adalah Plasmodiuk Falcifarum yang dapat mengakibatkan malaria tropika. Malaria masih merupakan penyakit infeksi yang penting didunia dan menimbulkan penderitaan pada jutaan umat manusia. Lebih dari 40% penduduk dunia bersiko terkena malaria. Penyebaran penyakit ini terbatas pada daerah antara 60 derajat lintang utara dan 40 derajat lintang selatan.

Data tahun 2000 menunjukkan bahwa hampir 300 juta penduduk dunia menderita penaykit malaria. Sebanyak satu juta orang diantanya meninggal, artinya 3.000 orang meninggal setiap hari, sebagian adalah bayi dan anak balita, 90% penderita berada di afrika dan 40 % penduduk dunia bermukim didaerah rawan malaria termasuk indonesia.

Rabu, 21 Januari 2015

Diagnosis Miom

Diagnosis Miom

Secara sederhana, dokter dapat memperkirakan kemungkinan terjadinya miom auteri dengan memperhatikan gejala-gejalanya, yaitu :
  • Terdapat pendarahan menstruasi yang tidak normal
  • Terdapat gangguan miksi atau buang air besar
  • Terasa nyeri terutama saat menstruasi
Pada pemeriksaan dalam, dokter dapat menjumpai tumor padat pada absomen bagian bawah dan pergerakan tumor terbatas. Pada pemeriksaan dalam, dokter dapat meraba tumor berasal dari rahim dan pergerakan tumor tidak terbatas atau bebas.



Diagnosa bisa saja ditegakkan berdasarkan keluhan klinik, dengan cara :
  • Histerosalpingogram, dimana foto rontgen uterus diambil setelah rahim diisi dengan zat medium. Kontras
  • MRI (Magnetik Resonan Imaging), dilakukan bersama dengan penyuntikan kontras Gadolinium.
Apabila diagnosa ini dilakukan oleh dokter ahli, maka keberhasilan mendiagnosa myom adalah 90% benar karena myom termasuk jenis tumor yang sering dijumpai, maka perlu mengadakan pemeriksaan untuk mengevaluasi penderita yang mengalami pendarahan pervagina yang tidak wajar.

Selasa, 20 Januari 2015

Faktor Resiko ISK

Wanita yang beresiko terhadap infeksi saluran kemih, termasuk mereka yang :
  1. Aktif secara seksual. Hubungan seksual dapat mengakibatkan bakteri didorong ke uretra.
  2. Menggunakan beberapa jenis kontasepsi. Wanita yang menggunakan diafragma berada pada peningkatan resiko ISK. Diafragma yang mengandung spermisida lebih meningkatkan resiko anda.
  3. Sedang hamil. Perubahan hormon selama kehamilan dapat meningkatkan resiko infeksi kandung kemih.
Faktor resiko lain pada pria maupun wanita, meliputi :
  • Interferensi dengan aliran urin. Hal ini dapat terjadi dalam kondisi seperti batu di kandung kemih atau prostat membesar.
  • Perubahan dalam sistem kekebalan tuubh. Hal ini dapat terjadi dengan kondisi seperti diabetes, infeksi HIV dan pengobatan kanker. Sistem kekebalan tubuh yang diturunkan meningkatkan resiko dari infeksi bakteri kandung kemih dalam beberapa kasus.
  • Penggunaan jangka panjang dari kateter kandung kemih. Tabung-tabung mungkin diperlukan pada orang dengan penyakit kronis atau pada orang dewasa yang lebih tua. Penggunaan jangka panjang panjang dapat mengakibatkan peningkatan keretanan terhadap infeksi bakteri serta kerusakan jaringan kandung kemih.

Senin, 19 Januari 2015

Efek Samping Vaksinasi Penderita Kanker Serviks

Seberapa penting memakai vaksinasi HPV?

Pada pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks.
Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual.
Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%. Ada kabar gembira, mulai tahun ini harga vaksin yang semula Rp 1.300.000,- sekali suntik menjadi Rp 700.000,- sekali suntik.

Adakah efek samping dari vaksinasi ini?

Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan.
Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

Makanan Pedas Penyebab Diare

Mengapa Makanan Pedas Menyebabkan Diare?

Makanan pedas bisa memicu diare pada banyak orang. Makanan akan pedas membuat usus teriritasi.
Saat teriritasi, tubuh akan mengirim lebih banyak air ke usus untuk meredakan gejala.
Air selanjutnya akan bercampur dengan kotoran dan membuat tinja menjadi encer atau berair.
Sebagian orang mampu makan makanan pedas tanpa masalah, sementara yang lain mungkin mengalami diare setiap kali makan makanan pedas.
Hal ini disebabkan setiap orang memiliki kepekaan usus yang berbeda serta tergantung pula pada makanan lain yang dimakan bersamaan dengan makanan pedas.

Mencegah Diare saat Makan Makanan Pedas

Untuk menghindari diare, cobalah makan makanan yang bersifat basa seperti yogurt, sour cream, atau cream cheese bersamaan dengan makanan pedas.
Nasi dan roti juga memiliki fungsi menetralisir efek makanan pedas. Hindari makanan berminyak karena juga dapat memicu diare.
Minum banyak air juga dianjurkan untuk menetralisir efek makanan pedas.
Batasi konsumsi makanan pedas, terutama jika Anda rentan mengalami diare setelah mengonsumsi makanan pedas.
Beberapa orang memiliki reaksi alergi terhadap cabai dan rempah-rempah tertentu. Identifikasi dan hindari makanan yang dapat memicu diare.

Jumat, 16 Januari 2015

Dampak TBC

Dampak TBC
  • Bagi Individu
Penderita penyakit TBC dapat menjadi sangat lemah dan tidak bisa kerja, atau melakukan tugas harian biasa, misalnya jaga anak atau kerja kebun. Rata-rata, seseorang penderita penyakit TBC akan kehilangan 3-4 bulan waktu kerja produktif. Jika tidak diobati, penyakit TBC menyebabkan kesakitan selama jangka panjang, kecacatan dan kematian. Kira-kira 50% penderita penyakit TBC paru yang tidak diobati akan meninggal dalam waktu 5 tahun, mayoritas dari 50% ini akan mati dalam waktu 18 bulan.
  • Bagi Keluarga
Penderita penyakit TBC yang tidak diobati dengan baik bisa menularkan bakteri TBC pada keluarganya, termasuk anak. Jika mereka tidak dapat bebas bergaul jangan sampai menularkan bakteri TBC. Hal ini sangat sulit bila mereka tinggal dalam satu rumah dengan banyak orang. Menurut pemerintah propinsi NTT, 20-30 % jumlah pendapatan keluarga akan hilang bila ada 1 kasus TBC dalam keluarga.
  • Bagi Masyarakat
TBC banyak menyerang anggota masyarakat usia bekeerja (15-54 tahun), sehingga negara kekurangan tenaga terampil. TBC banyak menyerang masyarakat golongan ekonomi lemah, sehingga menambah tingkat kemiskinan.
Pengobatan TBC secara luas sangat mahal. Pemerintah harus menyiapkan dana yang besar untuk menyediakan obat-obatan.